Tenun Jepara

Tenun Jepara, Warisan Budaya dari Desa Troso

Diposting pada

TENUN.id – Tenun Jepara merupakan salah satu kerajinan dari Kabupaten Jepara. Tepatnya, berasal dari desa Troso kecamatan Pecangaan.

Seperti namanya, kain tenun Jepara memang awalnya dibuat oleh masyarakat desa yang terletak 15 KM dari kota Jepara ini. Namun kini, kain Jepara tidak hanya dihasilkan oleh desa Troso namun juga mulai merambah desa sekitar. Cara pembuatan kain tenun yang mereka gunakan sebagian besar masih tradisional.

Sebagai salah satu warisan budaya, tenun Troso Jepara tetap dijaga eksistensinya. Terlihat dengan adanya produksi tenun yang terus berlangsung hingga saat ini di daerah Troso. Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1935, tenun Troso terus dipertahankan dari generasi ke generasi.

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, pembuatan tenun Troso Jepara mengalami beberapa perkembangan terutama pada motif yang digunakan. Meskipun demikian, tenun Troso Jepara masih mempertahankan keaslian proses tradisionalnya. Hal yang membuat kain tenun ini tetap eksis bersama kain-kain tenun dari daerah lainnya seperti tenun rangrang Nusa Penida dan Tapis Lampung.

Kain Tenun Jepara dan Alat Pembuatnya

Salah satu keunggulan kain tenun Jepara adalah alat yang digunakan untuk membuatnya. Di zaman modern sekarang ini kebanyakan kain dibuat dengan peralatan modern yang memudahkan proses pembuatannya. Akan tetapi, tenun Troso masih menggunakan alat tenun tradisional yang disebut dengan ATBM atau kepanjangan dari Alat Tenun Bukan Mesin.

Dari namanya saja sudah jelas bahwa alat ini bukanlah alat mesin modern yang biasa digunakan pada pabrik-pabrik pembuat kain tekstil. Salah satu alasan kenapa alat ini masih digunakan adalah untuk mempertahankan keaslian kerajinan tangan serta mempertahankan keunikan motif tenun.

Keindahan Motif Tenun Jepara

Penggunaan ATBM dalam proses pembuatan tenun memang sangat berpengaruh pada penampilan fisik dan motif. Itulah kenapa motif-motif yang dihasilkan pada kain tenun Jepara sangat menarik dan unik. Beragamnya jenis dan motif tenun yang dihasilkan menunjukkan kreatifitas pengrajin tenun di daerah kelahiran RA Kartini tersebut.

Beberapa jenis motif yang biasa ditemukan pada tenun Jepara adalah jenis misris, blanket, rangrang dan baron. Motif-motif tersebut sangat khas dan tidak ditemukan pada setiap daerah penghasil tenun. Semua dapat di temuan di sentra Tenun Troso dengan proses pembuatan kerajinan yang masih tradisional.

Tidak heran jika tenun daerah ini sudah dikenal di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Bali, Lombok, Jakarta. Toko tenun Jepara dapat ditemukan di daerah tersebut. Selain itu toko tenun online juga banyak yang menyediakan kain blanket, rangrang, misris CSM dan baron dari daerah yang juga penghasil ukir kayu ini. Anda dapat menemukannya di marketplace online Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak dengan mudah.

Kerumitan Proses Pembuatan Tenun

Meski alat yang digunakan masih sederhana, proses pembuatan tenun Troso terbilang cukup rumit. Benang-benang sebagai bahan utama pembuat kain sebelumnya harus diwarnai terlebih dahulu kemudin dijemur untuk mengeringkan pewarnaan pada benang. Proses ini disebut dengan menter atau pewarnaan.

Jika warna benang sudah kering, benang kemudian digulung dan dipasang pada ATBM. Jika benang sudah terpasang dan tertata, maka proses menenun bisa dimulai. Kerumitan proses tersebut yang bahkan pewarnaan pun dilakukan secara manual membuat motif pada kain tenunan memiliki keunikan tersendiri.

Alat yang masih tradisional serta cara pembuatan tenun Troso yang sangat rumit menghasilkan kain yang tahan lama dengan motif yang indah dan detail. Penggunaan kain tenun ini pun cukup luas karena bisa dipakai oleh semua wanita dari berbagai kalangan tanpa adanya batas atau aturan adat.

_____________

Penulis: Tutla Ayuhanna, alumni Universitas Negeri Semarang. Tinggal di Jepara