Kain Ulos Batak

Kain Ulos Batak dengan Jenis dan Fungsi yang Unik

Diposting pada

Batak terkenal dengan masyarakatnya yang memiliki jiwa tegas dan cenderung keras. Akan tetapi dibalik itu semua tersembunyi sebuah hasil karya indah yang sudah terkenal sampai mancanegara. Kain Ulos Batak begitu mereka menyebutnya.

Ulos merupakan kain khas dari daerah Batak, Sumatera Utara. Kain tenun khas Batak ini sering dijadikan oleh – oleh banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan ada ungkapan yang menyebut belum ke Batak namanya, kalau tidak membawa oleh – oleh kain tenun ulos.

Baca Juga : Tapis Lampung

Kain ulos memiliki jenis dan fungsi yang berbeda – beda karena ulos memiliki nilai budaya yang dalam di setiap siklus kehidupan suku Batak. Masyarakat batak mempergunakan kain ulos untuk beraktifitas sehari – hari, dan tidak jarang digunakan sebagai pelengkap acara – acara besar seperti ritual atau upacara adat Batak.

Fungsi dan Jenis Kain Ulos Batak

Kain ulos merupakan kain khas dari daerah Sumatera Utara yang memiliki jenis – jenis dan fungsi yang berbeda. Berikut jenis dan fungsi kain ulos batak yang perlu untuk Anda diketahui.

Ulos Padang Ursa

Kain ulos jenis Padang Ursa digunakan sebagai pengikat atau selendang. Masyarakat Batak biasanya menggunakan ulos jenis ini sebagai perompa atau kain gendongan.

Ulos Mangiring

Ulos mangiring bisanya dipakaikan kepada anak pertama yang baru lahir, dengan harapan dapat membimbing adik – adiknya sesuai harapan orang tuanya.

Ulos Bintang Maratur

Ulos ini memiliki simbol suka cita. Kain ulos yang satu ini biasanya dipergunakan dalam ritual – ritual suku Batak seperti mengulos atau memakaikan ulos kepada pengantin baru atau dalam tradisi hajatan.

Baca Juga : Tenun Wakatobi dan Tenun Troso

Ulos Antak – Antak

Ulos antak antak dipergunakan oleh masyarakat Batak sebagai suatu penghormatan belasungkawa kepada keluarga saudaranya yang telah meninggal dunia pada saat berkunjung ke rumah duka.

Ulos Bolean

Ulos bolean memiliki fungsi yang sama seperti ulos antak – antak, yakni dipergunakan saat menghadiri upacara duka.

Ulos Ragi Huting

Ulos ini sudah sangat langka ditemukan pada zaman modern seperti ini. Pada zaman dahulu, kain ulos Ragi Huting dipergunakan oleh gadis Batak dengan cara dililitkan pada bagian dada, dan banyak digunakan oleh para orang tua pada saat perjalanan jauh.

Ulos Pinan Lobu – lobu

Ulos Batak jenis pinan lobu lobu kerap digunakan sebagai selendang oleh masyarakat suku Batak. Kain ini banyak digunakan oleh para designer untuk dijadikan bahan mode ulos, dikarenakan nilai estetika dan keindahan yang sangat bagus.

Ulos Ragi Hotang

Seperti halnya pinan lobu – lobu, ulos ragi hotang juga kerap digunakan sebagai selendang. Dan tidak jarang pula dijadikan sebagai kado pengantin pada saat pesta pernikahan.

Ulos ragi hotang biasa di hadiahkan untuk pasangan pengantin yang sedang mengadakan pesta adat yang di sebut dengan nama Ulos Hela. Pemberian kain ulos hela memiliki makna bahwa orang tua pengantin perempuan telah menyetujui putrinya di persunting atau di peristri oleh laki-laki yang kemudian di sebut sebagai “Hela” (menantu).

Baca Juga : Pengertian Ulos

Ulos Batak Pinuncan

Ulos yang paling mahal di suku Batak ini biasanya digunakan pada saat suka maupun duka. Ulos ini memiliki harga yang mahal dikarenakan proses pembuatannya yang memakan waktu lama. Ulos ini memiliki lima lapisan yang ditenun secara terpisah emudian di disatukan dalam selembar kain.

Ulos Sibolang Rasa Pamontari

Ulos sibolang rasa pamontari kerap digunakan masyarakat suku Batak pada saat berduka. Ulos ini digunakan pada saat keluarga mendapat musibah atau kemalangan.

Nama ulos ini bisa berganti – ganti sesuai dengan kondisi kemalangan yang dialami oleh keluarga. Misalnya, ulos ini akan berganti nama menjadi Ulos Tujung pada saat seorang suami atau istri yang ditinggal oleh pasangannya dalam kondisi belum dikaruniai cucu.

Sementara kain ini juga akan berubah nama menjadi ulos saput bila suami atau istri yang meninggal belum memiliki cucu dan anak – anaknya belum cukup dewasa.

Penulis : Nur Aziz